SINTANG (Kalbar), Tuahnews.com Dengan viralnya pemberitaan terkait unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Pemuda Peduli Sampah Kabupaten Sintang yang melakukan aksi buang sampah di halaman Kantor Bupati Sintang dan DPRD Sintang pada hari Selasa (23/07/2024), mendapat tanggapan seorang pemerhati lingkungan darat dan sungai Rayendra, S.H.
Menurut bang Iin sapaan akrabnya mengatakan, ini adalah puncak dari tidak terbangunnya tata kelola sampah di Kabupaten Sintang yang kurang baik.
“Harapan saya Pemerintah Kabupaten Sintang harus bijaksana dikarenakan yang menyebabkan ini semuanya juga kurangnya sarana dan prasarana pendukung dari pihak Pemerintah yaitu truk sampah, TPS, TPA dan kesepahaman dari pihak masyarakat sendiri tentunya ini bukan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang saja, tetapi juga masyarakat sintang pada khususnya tentunya harus bijak mengelola sampah rumah tangga,” jelas bang Iin kepada media ini pada hari Rabu (24/07/2024).
Ditambahkan bang Iin, dengan memahami 4 R Recycle yaitu mengunakan kembali, reuse atau mengurangi, reduce atau mendaur ulang, replace atau mengantikan.
“Selain itu terhentinya proyek lama yang sudah direncanakan yaitu terbangun tempat sampah terpadu di Desa Jerora, yang AMDALnya sudah pernah kita bahas, saya selaku Direktur Sintang Freshwater Care hadir sebagai Tim penilai AMDAL Kabupaten Sintang pada tahun 2019 kalau tidak salah. Selain itu tidak berfungsi cross visit atau kaji terap, pada saat Dinas ke Provinsi, atau kota lain oleh para Pejabat Dinas dan OPD, kebanyakan hanya menikmati perjalanan dinas tetapi tidak mengambil manfaat dari kunjungan Cross visit atau kaji terap,” tambah bang Iin.
Dan puncaknya lanjutnya, ini membuat malu Pemerintah Kabupaten Sintang sendiri dengan aksi anarkhis yang dilakukan oleh para pihak yang mengatas namakan Forum Pemuda Peduli sampah Sintang.
“Padahal dari jauh hari saya sudah mengingat kan tentang persoalan sampah ini, kebetulan saya ada di Yogyakarta sampai tanggal 24 Juli 2024 sekarang. Ini contoh disini saya tidak ada TPS, tetapi kenapa Kotanya bisa bersih. Itu karena PERDA pengelolaan sampah ditegakkan, dan budaya malu masyarakat kalau kotanya kotor. Saya rasa itu pendapat saya. Terima kasih,” tutupnya.
Penulis : Bostang
Publisher : Redaksi




