SINTANG (Kalbar), Tuahnewsupdate.com Berdasarkan berita yang diterbitkan oleh media sebelumnya, terkait adanya lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp 17.000 hingga Rp20.000 per liter mendapat sorotan tajam dari Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala. Ia secara terbuka menyesalkan adanya oknum pengecer yang memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan berlebihan.

​Menurut Bupati, praktik “aji mumpung” semacam ini sangat membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.

​Toleransi Selisih Harga Wajar
​Meski telah mengimbau masyarakat untuk membeli BBM langsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna menghindari harga tinggi, pemerintah menyadari bahwa aktivitas penjualan eceran masih marak di tengah masyarakat.

​Batasan wajar, bahwa Pemerintah Daerah menilai selisih harga sebesar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 diatas harga resmi SPBU masih dalam batas toleransi dan dapat dimaklumi.

​Namun, pelonjakan harga hingga menembus angka Rp 20.000 per liter dinilai sudah tidak wajar dan murni merupakan bentuk pemanfaatan situasi.

​”Yang kita sesalkan itu kalau ada yang aji mumpung. Kami berharap harganya jangan terlalu tinggi,” tegas Gregorius Herkulanus Bala.

​Melalui momen ini, Bupati Sintang mengajak para pelaku usaha eceran agar memiliki empati terhadap kondisi sesama warga. Kebutuhan dasar masyarakat terhadap BBM seharusnya tidak dijadikan celah untuk meraup keuntungan sepihak yang tidak rasional.

​Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus memantau situasi di lapangan agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat tidak semakin terbebani oleh harga BBM eceran yang melambung tinggi.

​Sumber : Lensa Setiyono

Editor : Birong Hutagaol