MELAWI (Kalbar), Tuahnews.com Terkait adanya kasus penganiayaan yang dialami oleh seorang anak pengusaha di Kabupaten Melawi yang dialami oleh inisial JTN yang mengalami penganiayaan dari sang ayah inisial ASG. Peristiwa terjadi terjadi disebuah lahan kebun kelapa sawit yang terjadi di Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi tanggal 22 Agustus 2023 tahun lalu yang sampai sekarang kasus tersebut hingga kini belum ada penyelesaian.

Menurut keterangan yang diperoleh oleh JTN pada hari Kamis pagi (20/06/2024), bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Melawi, karena menurut informasi yang diterima bahwa visum sudah dilakukan dan sampai saat ini hasil laporan visum tersebut belum diterimanya hingga saat ini.

“Jadi saya bingung juga laporan sudah saya sampaikan kepada pihak kepolisian dan sudah divisum tetapi kok hasilnya sampai hari ini kok belum ada. Ada apa ini semua,” jelas JTN dikediamannya di Jalan Poros Sidomulyo.

JTN juga menjelaskan bahwa lokasi kebun yang menjadi haknya kini masih dikuasai oleh sang ayah inisial ASG yang juga diawasi oleh preman yang diduga dibayar oleh ayahnya.

Melalui kesempatan ini Erikson selaku Ketua PWRI Kabupaten Sintang sangat menyesalkan penanganan kasus penganiayaan tersebut seperti ada yang ditutupi pihak APH setempat.

“Informasi yang dapat dihimpun dari berbagai sumber, diduga ASG adalah orang yang kebal hukum dan sudah meresahkan masyarakat banyak membuat sekenario, termasuk Sekenario Hukum, akibatnya Hukum kurang berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Erikson kepada media ini pada hari Kamis (20/06/2024).

Dalam hal ini Ketua PWRI berpendapat Kapolri harus mengusut Oknum-Oknum APH yang terlibat dengan Sekenario ASG tersebut. Bila perlu bentuk dan turunkan Pihak Paminal dari Mabes Polri ke Kabupaten Melawi karena kondisi penegakan Hukum sudah dianggap darurat.

Sampai berita ini diterbitkan dimeja redaksi, media ini tetap terus menelusuri sampai dimana pihak Kepolisian menahan hasil visum kasus penganiayaan yang dialami JTN.

Penulis : Bostang