SINTANG (Kalbar), Tuahnewsupdate.com Perjalanan Kebaktian Pekabaran Injil (KPI) ke 90 Jemaat GKII Imanuel Sintang kali ini menuju Jemaat GKII Alfa Omega Jui Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Perjalanan yang lumayan jauh yang ditempuh oleh rombongan lima mobil melewati jalan yang bebatuan dan tanah merah yang sangat melelahkan dan Jemaat GKII Imanuel tetap semangat menuju kesana.

Kegiatan tersebut juga merupakan kegerakan hati Gembala GKII Imanuel Sintang Pdt Kadarusno Edut, M.Th yang memiliki visi dan misi agar penginjilan dapat dijangkau oleh semua orang. Terutama mereka yang belum mengenal Tuhan.

Melalui kesempatan ini juga salah seorang pengerja GKII Imanuel Sintang Vikaris Bebali Gea, S.Th memberikan tanggapannya terkait perjalanan menantang KPI GKII Imanuel Sintang menuju ke Jemaat GKII Alfa Omega Jui Sekubang pada hari Minggu (18/05/2025).

“Ya, perjalanan KPI kemarin cukup menantang. Selain jarak tempuh yang kurang lebih 7 jam pergi dan pulang dari Sintang ke Sekubang jalannya cukup menguji nyali. Hampir setengah jarah perjalanan bebatuan, selebihnya jalan tanah yang cukup mulus dilewati. Medan jalan naik turun bukit itu yang sangat menantang. Dan sopir mesti ekstra hati-hati,” ungkap Bebali Gea.

Lanjutnya, Desa Sekubang padat penduduk dan ramai. Ini sangat pantas untuk dijadikan Kota Kecamatan sebagaimana penyampaian Pendeta Jemaat GKII Alfa Omega Jui Sekubang, Pdt. Gabriel Utau, S.Th yang sangat berharap akan segera terwujud.

“Berkenaan dengan KPI yang kita lakukan, saya menilainya sangat berdampak. Persembahan yang terkumpul cukup besar dan diberikan kepada GKII Alfa Omega Jui Sekubang. Kiranya dengan moment HUT GKII Alfa Omega Jui Sekubang yang ke 7 pada tanggal 20 Mei 2025 ini, ada kegerakan yang berdampak bagi pertumbuhan iman jemaat dan pertambahan jumlah umat. Apalagi GKII Alfa Omega tersebut satu-satunya jemaat Kristen yang berdiri disitu,” tambah Bebali Gea.

Lanjutnya, kehadiran Kepala Desa Sekubang juga sangat merepresentasikan dukungan Pemerintah yang diharapkan dapat lebih peka terhadap wilayah bagian hulu Kabupaten Sintang.

“Dengan itu juga kita harap Pemerintah dapat memberi perhatian bagi penyelesaian gedung gereja yang sedang dalam proses pembangunan. Karena kehadiran gereja sangat berdampak bagi masyarakat juga,” tutupnya.

Sumber : Bebali Gea, S.Th

Editor : Birong Hutagaol