PONTIANAK (Kalbar), Tuahnews.com Kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram menjelang lebaran kembali menjadi keluhan masyarakat, selain langka gas juga mahal dan perlu pemesanan terlebih dahulu.

“Kelangkaan Gas Elpiji di beberapa titik lokasi Kota Pontianak amat menyedihkan dan ini sudah terjadi sejak H-10 hari lebaran dan pada saat ini kelangkaan Gas terus terjadi menjelang H-3 lebaran,” ungkap Ketua Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Pontianak Timur Irfan Tiago Usman, hari Minggu (07/04/2024).

Lanjutnya, dii Kota Pontianak sudah hampir 10 hari Gas Elpiji 3 kilogram susah ditemukan di warung-warung bahkan di SPBU simpang Tol Landak juga kosong dan hal ini juga dikeluhkan oleh salah satu warga RT 00/04 RW 10 saat bertemu juga mengeluhkan hal yang sama.

Kelangkaan Gas menjelang lebaran ini lanjutnya, memang bukan merupakan hal yang baru ini juga pernah dirasakan pada menjelang hari raya sebelumnya, meskipun antisipasi Pemerintah terus berupaya dalam mengatasi kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram ini terus dilakukan akan tetapi patut diduga ada permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang sedang memanfaatkan guna mendapatkan keuntungan lebih.

“Kami berharap dalam hal ini pemerintah Kota maupun Provinsi terus melakukan Evaluasi terhadap pangkalan dibeberapa titik lokasi di Kota Pontianak untuk mendatangkan Gas agar masyarakat tidak terus menerus mengeluhkan kelangkaan Gas 3 kilogram ini menjelang lebaran. Kita juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kota Pontianak agar terus berupaya untuk tahun – tahun berikutnya agar hal yang sama tidak terjadi kembali. Jangan membiasakan sehingga menjadi terbiasa,” tambah Irfan.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap saat awak media yang menerbitkan berita ini sebelumnya bertemu di persimpangan jalan Desa Sungai Rengas hendak berbelanja sayuran.

“Gas susah di cari pak, Bu. Kami keliling kadang-kadang tapi ini sudah biasa dah soalnye kami untuk masak lauk saja, sama untuk buat kue. Kalau buat Pak Lau sama ketupat kami biasa pakai pelepah kelapa saja. Bagi kami sih ini sudah biasa dah tak heran, kalau sudah dekat lebaran emang agak susah tapi ada, cuma mau sabar saja menunggu,” pungkasnya sambil mengambil kendaraannya dan berlalu pergi.

Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat (LINMAS) Syafarahman turut angkat bicara menyikapi kelangkaan Gas dibeberapa wilayah di Pontianak dan sekitarnya. Menurutnya, kelangkaan Gas pada umumnya merupakan hal wajar di karenakan daya penggunaan masyarakat meningkat lebih dari tiga kali lipat.

“Namun juga sangat di sayangkan pemerintah saat ini tidak sigap dalam mengantisipasi kelangkaan ini jika dibandingkan dengan pemerintah Kota Pontianak sebelumnya Ir. Edi Kamtono,” ungkap Syaparahman atau biasa di sapa Daeng Spareng.

Lanjutnya, seharusnya Pemerintah saat ini sudah mengantisipasi akan melonjaknya daya pakai dalam hal ini Gas Elpiji 3 kilogram dengan menyediakan Gas di pangkalan menjelang beberapa H-10 lebaran.

“Kelangkaan Gas saat ini masih bisa kita dapat meskipun dengan harga bervariasi tetapi ada dan yang saya ketemukan masih dalam harga wajar jika kita membandingkan dengan harga-harga pada beberapa tahun lalu,” ucapnya.

Syafarahman juga mengatakan, perlu adanya evaluasi atau tata kelola sejak dini bagi Pemerintah dalam mengatasi kelangkaan Gas tersebut, mengingat gas merupakan bahan dasar ibu rumah tangga menjelang lebaran untuk membuat makanan yang diluar pada hari-hari biasa seperti Kue kue basah, Bolu, Patlau, Ketupat dan Daging

Dimana itu memerlukan waktu dan proses yang lama dan butuh betabung tabung gas yang di gunakan, dan Gas inilah yang biasa digunakan sejak diterapkan oleh pemerintah Era Presiden SBY dulu.

“Lain hal dengan masyarakat di perkampungan “Dimana masyarakat masih bisa menggunakan bahan baku alam sebagai bahan bakar seperti “Kayu, Pelepah Kelapa dan lain sebagainya untuk digunakan sebagai alat pembakaran. Saya menghimbau kepada Pemerintah agar lebih baik lagi dalam tata kelola penyediaan Gas menjelang lebaran dan kepada masyarakat kita juga harus bijak dalam menyikapi serta mengantisipasi terkait akan kelangkaan Gas menjelang lebaran ini dengan membuat atau menggunakan alat tradisional para pendahulu kita. Dapur Dari Tanah Liat atau Anglou, selain bahannya mudah dicari setidaknya bisa menghemat biaya, dapat membantu dan hemat waktu,” pungkasnya.

Penulis : Syafarahman

Publisher : Redaksi