KETAPANG (Kalbar), Tuahnews.com Dari hasil ivestigasi awak media dan hasil Pantauan tim gabungan Raden media.id di lapangan,menemukan hal tak seperti biasanya di sebuah perusahaan kebun kelapa sawit.
PT. SMP melakukan pembakaran jenjang kosong (jangkos) dan 1 unit Excavator hangus di makan api, di blok M 24 afling 11 Kilometer 20 wilayah Desa Sempurna, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat hari Minggu (22/09/2024).
Menurut informasi warga yang dapat dipertanggungjawabkan yang tidak ingin disebut identitasnya mengatakan, kalau PT. SMP memang seringkali melakukan pembakaran jangkos di area jalan-jalan kebun.
“Bukan hanya sekarang jangkos di bakar tetapi itu dilakukan seringkali kok. Kali ini selain jangkos yang dibakar, ada satu unit excavator yang juga ikut terbakar, entah apa penyebabnya hingga jangkos dan satu unit excavator bisa dengan mudah di bakar,” papar warga tersebut.
Warga melihat pembakaran jangkos di PT. SMP sudah berlangsung lama dan bisa dilihat dipinggir-pinggir jalan kebun, setiap ada tumpukan jangkos selalu dibakar.

Dari pembakaran jangkos menyebabkan kepulan asap dan berdampak juga pada lingkungan termasuk pohon sawit banyak yang layu bahkan mati.
“Artinya akan berdampak juga pada hasil petani,” terang warga.
Warga berharap agar Pemerintah dan KLHK dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pimpinan tertinggi PT. SMP bisa menurunkan tim audit untuk melakukan pengecekan serta melihat cara dan kinerja di tingkat manajemen kebun di lapangan.
“Apakah memang seperti itu standard operasional prosedur SOP dari pusat. Jika menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada faktor kesengajaan dan kelalaian pihak PT. SMP tentang pembakaran jangkos tersebut, maka ditindaklah sesuai undang-undang yang berlaku. Supaya tidak ada lagi perusahaan yang kebal hukum,” tutup warga.
Awak media diwakili seorang wartawan online dari Raden media.id menghubungi pihak perusahaan terkait jangkos yang terbakar via WhatsApp Senin 23 September 2024. Namun pihak GM dan Humas PT. SMP tidak menjawab sampai berita ini diterbitkan.
Penulis : Roesliyani
Publisher : Redaksi




