SINTANG (Kalbar), Tuahnews.com Terkait adanya permasalahan seorang pasien yang sudah meninggal dunia yang ditelantarkan yang hendak dibawa oleh pihak keluarga korban dengan menggunakan mobil Ambulance dari arah Sintang menuju ke Desa Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang Dr. M. drg. Ridwan Tonny H. Pane, M.K.M., memohon maaf kepada masyarakat Sintang atas kesalahan dalam pelayanan masyarakat, pihaknya akan mengambil langkah yang tegas jika permasalahan ini terulang kembali.

Melalui kesempatan ini Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang menyampaikan beberapa poin penting pelayanan kesehatan secara khusus pelayanan yang diberikan oleh jasa angkutan mobil ambulance.

“Seperti yang kita diskusikan tadi dan kita juga minta maaf memang tidak semua supir atau oknumlah ya dan juga kita sudah minta maaf. Karena yang bersangkutan adalah Pegawai Negeri jadi kita terapkan aturan sesuai dengan Pegawai Negeri,” jelas dokter Pane.

dokter Pane juga menambahkan terkait jasa angkutan mobil ambulance tersebut itu sudah ada dalam aturan dan itu diterbitkan sudah termasuk uang supir dan lain sebagainya.

Terkait BBM Mobil Ambulance dokter Ridwan Pane mengatakan bahwa itu sudah selalu tersedia dan saat memberangkatkan jenazah kondisi mobil sudah dalam keadaan aman.

“Kan saat berangkat selalu diisi dan setelah mengerjakan selalu diisi lagi,” tambah Ridwan Pane.

Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang juga menjelaskan terkait BBM Dexlite yang digunakan mobil Ambulance tersebut tidak pernah pihak RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang merekomendasikan BBM jenis Dexlite. Dan menurut dokter Ridwan Pane terkait mobil Ambulance yang menggunakan BBM Dexlite tentu itu tidak boleh dibebankan kepada pasien.

Publisher : Redaksi