PONTIANAK (Kalbar), Tuahnewsupdate.com Informasi kembali diterima oleh media ini berdasarkan berita yang diterbitkan oleh media sebelumnya, terkait adanya pemotongan babi dalam rangkaian aksi Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat menggugat di lingkungan DPRD Kalbar mendapat sorotan dari unsur masyarakat Melayu.
Panglima Besar Pemuda Melayu Kalbar, Hadi Firmansyah alias Adhi Black, menyampaikan sorotan tersebut bukan karena menolak adat atau tradisi kelompok masyarakat lain.
Menurutnya, persoalan yang disoroti adalah pemotongan babi dilakukan di lingkungan DPRD Kalbar, yang merupakan lembaga publik dan ruang bersama seluruh masyarakat.
Sensitivitas sebagian masyarakat, khususnya umat Muslim, terhadap babi juga dinilai perlu menjadi pertimbangan ketika kegiatan berlangsung di ruang publik. Karena itu, toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman dinilai perlu berjalan dua arah.
Di sisi lain, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat Menggugat, Endro Ronianus, memberikan klarifikasi pada hari Jumat (28/082026) sekaligus menyampaikan permohonan maaf.
Endro mengatakan pemotongan babi dilakukan secara spontan oleh sejumlah anggota aliansi dan berada di luar hasil rapat maupun konsolidasi final. Ia menegaskan tindakan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung kelompok masyarakat tertentu.
Endro juga menyatakan aksi aliansi berkaitan dengan kepentingan para peladang secara umum dan tidak membawa agenda kesukuan maupun keagamaan.
Perbedaan pandangan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan antaretnis maupun antaragama. Semua pihak didorong mengedepankan klarifikasi, dialog, dan menjaga situasi Kalimantan Barat tetap kondusif.
Sumber : BorneoNews24 dan Ruai TV
Editor : Birong Hutagaol




