PONTIANAK (Kalbar), Tuahnews.com Kembali informasi diterima oleh media ini pada hari Selasa (19/11/2024), berdasarkan berita yang diterbitkan oleh media sebelumnya, adanya aktifitas keluar masuk para TKI gelap yang tidak mengunakan agen resmi di Bandara Supadio Kubu Raya Pontianak Kalbar dengan mulus tanpa ada hambatan selama ini terlihat jelas dari tangkapan kamera wartawan investigasi pada hari Sabtu lalu 16 November 2024.
Kenapa tidak dari tangkapan kamera wartawan inestigasi terlihat sang cukong TKI berkordinasi dengan oknum oknum bandara Supadio mereka asik membahas soal penerbangan keberangkatan dan kedatangan para TKI yang ada denga seorang yang diduga kuat sebagai penyalur TKI berinisial ADO yang mengunakan kaos warna putih dan kendaraan roda 4 warna putih KB.7 XXX sambil menurunkan koper para TKI.
Melihat kondisi tersebut dan hasil tangkapan kamera wartawan Ivestigasi awak media mencoba bertanya kepada salah seorang TKI yang engan menyebutkan namanya menerangkan mereka masuk bekerja ke Malaysia wilayah serawak diperkebunan sawit dan Hanay gunakan paspor pelancong bukan Ejen resmi ucap seorang TKI tersebut.
“Mereka bekerja dibawa oleh sdr Berinisial ADO dari Makasar, NTB, NTT bekerja ke Malaysia hanya gunakan pasport saja,” cetusnya.

Sebelum berita ini diterbitkan wartawan investigasi mencoba mengkonfirmasi pihak oknum oknum bandara pada hari Senin 17 November 2024 yang terlihat pada hari Sabtu lalu 16 November 2024 bernegosiasi dengan cukong TKI gelap inisial ADO, namun pihak oknum bandara malah menghindar serta bungkam.
Kuat dugaan aktifitas keluar masuk para TKI gelap yang dibawa cukong ADO sudah terkoneksi dengan baik bersama oknum yang ada di bandara Supadio dan para oknum APH sendiri.
Wartawan Investigasi awak media berharap kepada Presiden Prabowo segera memerintahkan Kapolri menindak tegas TPPO yang terjadi di bandara supadio dan menangkap cukong ADO selaku big bos.
Penulis : Kani Wartawn Investigasi
Publisher : Redaksi




